Saya sering sekali melihat si mbok digubuk indah saya mengeluh karena terlalu banyak rumput yang tumbuh diatara bunga-bunga yang selalu ia tata rapih, yang ia coba hidupkan dengan tangannya … dalam hati saya bertanya apa sih salahnya rumput itu, setiap dia tumbuh pasti si mbok akan marah-marah gak jelas, memotongnya dan [kadang] menginjak injaknya sebelum akhirnya memasukannya ke tong sampah, sambil berdoa dalam hatinya semoga rumput itu tidak cepet-cepat kembali tumbuh, kasihan yah   :(

Tapi rumput itu harus dipotong karena tidak tumbuh pada tempatnya, seharusnya ia tumbuh dipadang yang luas memberi warna hijaunya untuk mendinginkan dunia, ditempat dimana seharusnya ia berada … seharusnya :)

Dan pagi ini saya disuguhi ALLAH pemandangan yang lain tentang rumput … rumput ini tumbuh ditengah lapangan luas, memberi makan hewan lain [ada kambing yang sedang dengan lahapnya memakan rumput disana, ada ayam yang dengan rakusnya memetik ujung rumput pendek] … saya membuka kaca jendela mobil saya dan menikmati hamparan rumput di ujung mata saya dan sepanjang mata memandang saya berucap subhanallah !!

Ujungnya indah melambai ditiup angin, beriringan bak serdadu, seperti kumpulan bocah yang berlari-larian ditengah rumput hijau, seperti majlis zikir yang berpakaian putih dan melantunkan ALLAH akbar, seperti marching band ITB yang kompak bergerak dan bermusik, seperti petikan kecapi dan angklung KPA3 Bandung, sepertii orkestra, seperti malam yang penuh hamparan bintang, seperti gumpalan awan dilangit biru… seperti saya [halah...]

ah indahnya ciptaanMu ya ALLAH … wahai pemilik kesempurnaan. :)

Rumput memang bukan bunga, tak perlu harus menunggu disiram baru hidup, tak harus ada di pot yang mewah baru hidup, tak perlu harus dipupuk baru hidup … sementara rumput harus tetap hidup ditengah kering kerontang dunia, ditengah injakan manusia [kadang]. iya rumput, sebegitu kuatnya kamu :)

ALLAH pasti memiliki pesan melalui rumput untuk saya … bahwa saya harus kuat ditengah kerasnya ujian, ditengah derasnya persoalan, harus cantik dipandang ditengah kesederhanaan, harus indah meski hanya memiliki satu warna [hijau], harus meneduhkan mata sang penatap dengan hijaunya.

Lalu, jika ada yang bilang “rumput tetangga selalu terlihat lebih indah” itu artinya apa yah? :)   

Kemarin senja saya kedatang seorang sahabat yang menamakan dirinya laki-laki … dia mengatakan bahwa dia baru saja putus dari pacarnya yang telah bersamanya melewati 1000 malam, iya sekitar 3 tahun mereka bersama dan akhirnya bubar hanya karena orang tua perempuan tidak mengizinkan mereka bersama untuk faktor ekonomi, untuk kesukuan mereka yang beda, untuk status sosial, untuk masa lalu, untuk bibit, bebet dan bobot… saya ingin protes kepada sahabat saya, mengapa harus putus, mengapa harus mengalah, mengapa harus balik kanan dan bubar jalan, mengapa harus mengurai airmata bila masih ada yang bisa diperjuangkan, saya tidak suka dengan keputusan sahabat saya, terbayang oleh saya rasa kehilangan si perempuan yang tak berujung, rasa malu, rasa ditinggalkan, rasa tak dicintai :(

Ah lelaki …. katanya kalian berburung, katanya kalian pemberani, katanya kalian bisa menanduk, katanya kalian the knight, katanya kalian kesatria, katanya kalian yang memiliki otak kanan lebih besar, katanya kalian superman, zoro, batman, spiderman, katanya kalian pencinta sejati, LALU mengapa tidak berjuang untuk cinta :(

Kemudian saya ingat pesan guru mengaji saya bahwa “tidak semua lelaki serendah itu De, jangan bercermin di cermin yang retak karena hasilnya akan carut marut, akan tidak lurus, akan mengberikan gambar yang salah dan jauh dari gambaran asli ehm, ya iyalah pak ustadz kan lelaki pasti membela lelaki :) 

Kalau begini, dimana saya bisa menemukan cermin yang tak retak? saya tahu jawabannya pada diri MUHAMMAD SAW … di jiwa ALI bin Abi thalib … 

Allahuma sholi’ala Muhammad
Ya Robbi sholi’alaihi Wassalim.. 
  :)

PETIKAN sms sekuntum do’a saya dan sahabat saya …

Saya : Tolong do’akan saya yah …

Reply: Elo kenapa De, ada apa?

Saya: Ade gak kenapa-napa koq, doakan saja, pokoknya doain … JANJI

Reply: Emang kenapa sih loe? jangan bikin gue bingung dong sist :(

Saya: Pokoknya doain aja … terserah doanya apa

Reply: Doa yang khusus apa doa biasa-biasa aja De yang elu mau? … biar gue gak nyasar dan langsung ke pokok tujuan doa.

Saya: Terserah … pokoknya doa

Reply: Ok De, gue doain elu biar selamat dunia akhirat aja yak

Saya: Amin ya Rabb … makasih yah :)

Catatan: biasanya saya dapat do’a dengan Rp.500 yang saya berikan kepada fakir dipinggir jalan yang saya temu, tapi dengan sahabat saya saya membayar Rp.1.500 [pake pro-XL per sms @Rp.300,-] … Hahahaha, ini harga sekuntum do’a menurut saya.

Lagi gak bisa serius nih, hidung saya tersumbat … FLU :(

Saya ingin meminta kamu bertanggung jawab atas rindu yang selalu kamu hadirkan … atas rasa yang tak mampu saya sisihkan meski tak ada lagi sisa hadirmu, atas sakit yang kamu namai cinta, atas dawai gitar yang petikannya menggantung ditepian luka. Jika ini yang dulu kamu sebut cinta … mengapa luka yang tak pernah sembuh yang terus mengucur.

Saya janji untuk tidak pernah mengenal cinta lagi karena cinta itu buta dan menginjak, PERGILAH influenza … jangan dekati saya dan NO me ames [jangan cintai saya]

Saya FLU … sejak sore tadi hidung saya terus-terusan mengeluarkan air bening dengan rasa garam, sejak sore tadi keringat terus mengucur deras dari seluruh pembuluh yang ada dibalik kulit saya, sejak tadi sore mata saya panas mengiris, tulang saya seperti tersayat sayat sembilu, membuka luka dan mengucurkan darah [koq serem yah..] … dah ah berpuisinya.

Saya FLU, tenggorokan saya sakit … keringat gak henti-henti mengucur, sudah tiga kali kaos saya terganti belum juga reda kucurannya, sudah baju tebal yang menempel di tubuh saya tapi belum juga hangat rasa dinginnya [panas tapi dingin nih] .. ah saya ingin ada yang membawakan saya setangkai mawar dan mengusap punggung saya, merasakan sakit saya, sekalipun ia tak mengerti…

Tingginya khayalan saya… :)

dah ah, mau selimutan lagi, udah minum panadol dan minum air jahe hangat … ZZZzzzzz :)

Dikampus saya mempunyai seorang sahabat, yang jika dia berkata-kata hampir pasti menyakitkan… ‘ah itu kan perasaan saya saja’ itu yang tertanam dalam jiwa saya pada awal-awal saya mengenalnya, tapi setelah 2 semester bersama, saya menyadari bahwa ini bukan perasaan saya yang sesaat sensitive, jadi ini bukan tentang saya tapi tentang sahabat saya itu yang entah bagaimana proses pendewasaan jiwanya sehingga yang keluar dari mulutnya selalu kata-kata yang menyakiti hati saya dan sahabat-sahabat saya yang lain, seandainya dia tahu, luka ini terus tertanam meski durinya telah tercabut  :)

Saya mengerti jika satu persatu sahabat saya mulai menjauhinya karena tidak akan sanggup berdampingan dengannya jika hal-hal positive menjadi negative, jika kata-kata “bego” menjadi nama panggilan untuk sahabat yang lain … dan saya juga tidak ingin tergiring ke neraka karena ikut-ikutan memenuhi jiwa saya dengan amarah [no thanks, saya tidak mau]… duh terbuat dari apa sih hati manusia ini? who do you think you are… iya, tidak ada kasih sedikitpun keluar dari jiwanya yang tandus  :(

Saya tersadar kini bahwa Allah yang menciptakan diri saya dan menentukan hidup dan mati saya saja tidak pernah “sepatah kata” pun mencaki-maki dan mengumpat diri saya, apalagi merendahkan saya. Teguran-teguran yang ALLAH sampaikan begitu amat halusnya, halus dengan kata-kata lembut, suci. Tanpa marah-marah meski tanpa basa basi pula, tanpa melukai fisik dan jiwa saya yang kerap di tegurNya… Subhanallah.

Ah sudahlah … saya datang kekampus untuk menuntut ilmu karena ALLAH, mengapa niat baik saya harus saya racuni dengan perkataan sahabat saya yang menyakitkan, tidak seharusnya saya marah bukan? hanya akan melukai jiwa saya yang halus. Iya, saya tersadar sekarang dengan kekasaran sahabat saya ALLAH menegur saya bahwa saya harus iklas menuju kampus, untuk menuntut ilmu [saja] bukan untuk sekedar keluar dari rumah, atau sekedar berkumpul tertawa tanpa jelas tujuannya.

ALLAH, terima kasih sudah mengingatkan saya tentang tujuan awal saya, terima kasih sudah meluruskan kembali niat saya datang kekampus, mungkin jika tidak ada sahabat saya yang kasar ini, saya akan sibuk bergaul semu, bukan menuntut ilmu :)

Kini saya juga belajar ikhlas agar kata-kata tajam yang terhunus kelubuk hati saya tidak akan melukai hati saya, tapi justru membuatnya tambah kuat lagi dan lagi … setelah mendapat hikmah dari luka ini, bahwa ini adalah cara ALLAH mencintai saya maka luka-luka ini tidak terasa lagi… dan saya tidak mau menjadi sahabat yang kasar itu, saya akan memilih diam jika tidak bisa berkata lembut, saya ingin lembut agar bahasa saya tercium harum, mewangi menebar salam, berisi kasih dan pasti kehadiran saya akan selalu dinanti karena indah … bukankah ALLAH sangat mencintai keindahan.

ALLAH menegur saya melalui luka, agar saya belajar menjadi lembut … terima kasih ALLAH :)

Sewaktu saya kecil dulu, saya selalu berpikir bahwa saya adalah malaikat kecil dengan sayap dipunggung saya, dan saya bisa terbang seperti burung yang kerap hinggap di ujung jendela rumah saya sewaktu kecil dulu … kemudian untuk mewujudkan angan angan saya, orang tua saya membelikan saya sapap-sayap mainan berwarna pink [ah betapa bahagianya saya waktu itu], dengan sayap mainan dipunggung saya yang mungil, saya akan berlari keliling rumah saya yang mungil dengan tidak lupa mengepakan tangan saya … dengan tidak lupa menengadah ke langit sewaktu waktu dengan harapan saya bisa menyatu dengan awan dan berada diantara langit biru dan awan putih … I believe I can fly :)

Kemarin [mohon maaf sebelumnya TANPA bermaksud narsis yang akan membuat pembaca blog saya iritasi] ada yang mengatakan ini ke saya “De, loe adalah malaikat buat gue, loe udah menyelamatkan gue dari kegilaan yang nyaris, kehangatan genggaman tangan elu waktu gue nyaris bunuh diri adalah tangan malaikat” berlebihan betul ucapan sahabat saya karena saya jauh dari pengertian malaikat yang terbuat dari nur, yang didalam jiwanya tidak ada nafs.

Kemudian sepanjang jalan dari mengantarkan sahabat saya pulang, saya mulai mengkhayal seperti masa kecil saya dulu.. iya, seandainya saya malaikat dengan sayap, yang pertama ingin saya lakukan adalah terbang mencari ALLAH [jika diizinkan] dan kemudian terbang mencari si dia saya yang tenggelam ditelan bumi, kemudian saya akan terbang lagi mencari dan melihat anak-anak pemulung di bantar gebang, anak-anak yang tidur dirumah kardus di buaran, dan saya akan mengumpulkan mereka untuk mendengarkan dongeng saya tentang bumi … lalu saya akan memeluk mereka satu persatu sebelum saya terbang lagi untuk melihat panti jompo, menengok mereka yang sakit dan mengelus elus punggung mereka sambil berdoa atas kesembuhan mereka dan saya akan terbang lagi dan terbang lagi … :)

Saya tersadar ternyata saya bukan malaikat ketika tiba-tiba mobil saya nyaris menabrak pagar rumah saya, ternyata saya dibumi, sedang berpijak dan berada di dunia yang keras ini … kemudian diruang tempat saya mencari jiwa saya yang hilang dan tempat saya mencari ALLAH, kamar berdinding hijau dan bergordyn hijau muda lembut, saya melemparkan tubuh mungil saya yang lelah diatas tempat tidur, menerawang dan bermimpi menjadi malaikat [tetep] :)

Mungkin dulu saya malaikat tapi dosa-dosa saya telah merontokan bulu-bulu di sayap saya hingga saya tidak mampu lagi mengepak … dan kini saatnya mengembalikan bulu-bulu sayap saya dengan menjadi baik dan baik dan baik, hingga suatu hari saya bisa kembali mengepakan sayap saya dan terbang dari sini ke sana dan dari sana ke sini :)

Ya Rabb .. tuntunlah saya selalu untuk berjalan di rel kereta kebaikanMu agar saya bisa terbang menujuMu dan kita bertemu dalam cahaya yang sesungguhnya karena saya ingin berpulang dalam keimanan terbaik, wahai ALLAH, saya ingin berpulang dalam keadaan khusnul khatimah, agar nisan saya bercahaya, agar wangi melati menutup tanah merah saya, agar hanya kebaikan yang dikenang oleh orang-orang yang saya cintai, mencintai saya, bahkan mereka yang membenci saya..

Irhamnna ya ALLAH … sayangi saya, saya INGIN terbang menujuMu, ingin menjadi Mahdiyah [seperti panggilan sayang sahabat saya untuk saya, terima kasih] menjadi perempuan pilihanMu untuk memasuki syurgaMu dengan buku catatan ditangan kanan saya yang berisi kebaikan kebaikan karena buku kiri saya telah terhapus oleh taubat. Wahai ALLAH, jangan biarkan saya mengulangi kesalahan yang kemarin kemarin setelah Engkau beri petunjuka saya, jadikan taubat saya taubatan nasuhah ya ALLAH, saya hanya manusia yang mudah khilaf, sungguh saya mudah khilaf ya Rabb, penggengam jiwa saya.

Saya ingin mengepakan sayap saya kembali … :)

Malam ini jendela kamar saya terhiasi oleh wajah penuh rembulan, sebentuk bundar berwarna keemasan, bukan kuning tapi jingga atau bukan jingga tapi orange … ah rembulan, apapun warnamu dimata saya kamu begitu indah, menatap saya lembut melalui jendela gelap diujung kamar saya, berharap ada wajahnya menatap saya melalui mata bening rembulan… ciptaan ALLAH yang sempurna sedang menatap saya mesra, mengajak saya bercengkrama tentang malam yang gelap, tentang awan yang mengukir rindu  :)

Jika saja saya sanggup untuk mengepakan sayap saya dan terbang ke awan, untuk memetik rembulan, ah rembulan jangan tatap saya seperti ini, membuat merah merona pipi saya, redupkanlah sedikit saja sinarmu agar saya tak tersipu begini :)

Iya … lalu nikmat ALLAH manalagi yang bisa saya pungkiri, rembulan dengan semburat jingganya malam ini menyapu wajah bening saya dengan guratan halusnya seperti tangan si dia yang pernah terbentang untuk memeluk saya [dulu] … [kini] tak ada lagi, rembulan saya tertelan bumi, menghilang terbungkus tanah merah, terlipat oleh gambar kuning di film kartun yang ganteng milik ”bart simpson” … “LOH, puisinya koq jadi ngelantur De” :)

Ah saya bukan langitjiwa yang pandai bermain dengan kata-kata yang mampu membentuk awan menjadi gambaran wajah, dan mampu membuat puisi indah yang mengacak acak rahim perempuan dan saya bukan pujangga baliazura yang dengan tarian mampu melekukan dunia menjadi gelombang laut, dan dengan sayapnya menerbangkan saya ke langit kelima  …

“De, salah makan yah tadi sore koq jadi romantis gini” :)